• Selamat Datang Di Aufa Tour
  • PT. Aufa Duta Wisata Tour & Travel
  • Melayani jama'ah adalah keberkahan untuk kami
Telp : +62-21-84900090
Panduan Perjalanan   -   Umroh
Arti Umroh :

Arti Umroh dalam bahasa : Ziarah atau berkunjung
Arti Umroh dalam istilah : Ziarah ke Baitulloh Al-Haram di luar Manasik Haji dengan cara Ibadah khusus

Hukum Umrah :

Wajib : seumur hidup sekali.
Sunnah : berulang kali.

Waktu Umrah :

Waktu umrah setiap saat kecuali di hari-hari Haji bagi yang melakukan manasik haji.


Syarat Umroh :

1. Islam
2. Aqil baligh
3. Merdeka
4. Aman
5. Mampu


Rukun Umrah :

1. Ihram
2. Thawaf
3. Sa'i
4. Tahallul
5. Tertib


Wajib Umrah :

1. Ihram dari Miqat
2. Meninggalkan Larangan Ihram

NO

KEGIATAN

HUKUM

1

Menuju Miqat untuk berihram.

Wajib

2

Mandi, bersih diri, berpakaian Ihram, Shalat sunnah Ihram.

Sunnah

3

Menancapkan Niat Ihram.

Wajib

4

Bertalbiyyah setelah Ihram.

Sunnah

5

Meninggalkan Larangan Ihram.

Wajib

6

Menuju Mekkah untuk 'Umrah.

Wajib

7

Masuk ke Masjidil Haram lewat Babus Salam sambil berdo'a.

Sunnah

8

Menuju batas Hajar Aswad.

Wajib

9

Menyalami dan mencium Hajar Aswad di awal Thawaf.

Sunnah

10

Memulai Thawaf mengelilingi Ka'bah 7 kali.

Wajib

11

Menyalami dan mencium Hajar Aswad di setiap putaran.

Sunnah

12

Menyalami rukun Yamani di setiap putaran.

Sunnah

13

Shalat sunnah Thawaf di belakang Maqam Ibrahim.

Sunnah

14

Doa di Multazam.

Sunnah

15

Shalat & Doa di Hijr Ismail.

Sunnah

16

Menuju sumur Zam-zam & meminum airnya.

Sunnah

17

Menuju Shafa untuk memulai Sa'i.

Wajib

18

Melakukan Sa'i di Mas'a 7 kali perjalanan Shafa-Marwah.

Wajib

19

Mengakhiri Sa'i di Marwah.

Wajib

20

Tahallul.

Wajib

21

Semua dilakukan dengan tertib.

Wajib

 

A.  Arti Ihram : adalah niat masuk ke dalam Ibadah Haji/Umrah dengan tata cara yang khusus.

 

B.  Wajib memulai Ihram dari Miqat :

1.    Miqat Umrah bagi yang baru datang dari Indonesia disepakati sebagai berikut :

-          Yalamlam (±80 Km arah Selatan Mekkah)

-          Qarnul Manazil yang kini dikenal dengan nama As-Sail al-Kabir (±80 Km. Arah Timur Mekkah).

Pertanyaan :

Bagaimana dengan MIQAT di JEDDAH (80 Km arah Barat Daya Mekkah)?

Jawaban :

Asy-Syekh Ibnu Hajar dalam kitab At-Tuhfah menfatwakan BOLEH mengambil Miqat dari JEDDAH. Namun banyak ulama yang menolak pendapat tersebut.

 

2.    Miqat Umrah bagi yang datang dari Indonesia tapi berziarah dahulu ke Madinah adalah Bier Ali yang disebut juga Dzul Hulaifah (± 430 Km arah Utara Mekkah).

 

3.    Miqat bagi yang ingin mengulangi Umrah saat masih di Mekkah, maka afdholnya adalah Ji'ronah (±15 Km dari Mekkah), lalu Tan'im (±6 Km dari Mekkah) lalu Hudaibiyyah (±5 Km dari Mekkah).

 

C.  Wajib Ihram :

1.    Menutup Aurat dengan Pakaian Ihram.

Pakaian Ihram Wanita : adalah Pakaian syar'i yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.

Pakaian Ihram Pria : adalah dua helai/lembar kain tidak berjahit, satu untuk menutup dari pusar hingga lutut berfungsi sebagai kain, dan satu lagi berfungsi sebagai selendang.

2.    Niat Ihram untuk Umrah.

-   Dibolehkan niat Umrah diikat dengan syarat (Isytirath) untuk bertahallul jika terjadi suatu halangan seperti sakit misalnya.

 

Barangsiapa yang mengikat niat dengan Isytirath, maka jka terjadi suatu halangan boleh segera bertahallul, caranya cukup dengan niat dan mencukur rambut, tanpa denda apapun.

Jika tanpa Isytirath, maka jika terjadi suatu halangan saat ber-Umrah, maka boleh segera bertahallul dengan niat dan bercukur, tapi terkena denda menyembelih seekor kambing.

-   Disunnahkan niat disambung dengan memperbanyak Talbiyyah ketika berangkat menuju Mekkah.

-   Berikut lafadz niat Isytirath dan Talbiyyah

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالىَ

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً

اَللّٰهُمَّ مَحِلِّيْ حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ

Nawaitul 'Umrota wa ahromtu biha lillaahi ta'ala

Labbaikallahumma 'Umrotan

Allahumma Makhilli khaitsu khabastani.

Artinya :Aku berniat melaksanakan Umrah dan berihram dengannya karena Allah Ta'ala.

Aku sambut panggilan-Mu ya Allah dengan ber-Umrah.

Ya Allah, tempat tahallulku adalah di tempat mana yang Kau tahan/tetapkan

لَبَّيْكَ اَللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ ،

إِنَّ اْلحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ ، لَكَ وَالْمُلْكُ لاَشَرِيْكَ لَكَ.

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni'mata, laka wal mulk, laa syariika lak.

Artinya :Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan segala kekuasaan hanyalah untuk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

D.  Sunnah Ihram :

-   Menggunting Kuku

-   Mencukur bulu Kemaluan

-   Mencukur bulu Ketiak.

-   Memakai Wewangian

-   Mandi sunnah

-   Memakai pakaian Ihram serba putih.

-   Sholat dua raka'at sunnah Ihram.

Dibolehkan memakai wewangian di pakaian ihram sebelum niat ihram di tancapkan, hanya saja konsekwensi hukumnya adalah apabila di tengah ihram kita membuka pakaian ihram karena sesuatu hajat seperti buang air misalnya, maka pakaian ihram yang diberi wewangian tersebut tidak boleh dipakai kembali sebelum dicuci untuk dihilangkan wanginya.

E.  Sunnah sesudah Ihram :

1.    Membaca dan memperbanyak talbiyyah, bagi pria sunnah dikeraskan/dinyaringkan, sedang bagi wanita jangan dinyaringkan.

2.    Memakai sendal/sepatu bagi wanita sepanjang perjalanan, kecuali di dalam masjid.

3.    Memakai sendal yang tidak menutup mata kaki bagi pria sepanjang perjalanan, kecuali di dalam masjid.

 

F.   Larangan Ihram :

1.    Berpakaian diluar ketentuan :

a.    Memakai pakaian berjahit bagi pria.

b.    Memakai kaus kaki dan sepatu bagi pria.

c.    Menutup kepala bagi pria dengan penutup yang melekat/menempel di kepala walau sebagian dengan sesuatu, seperti peci/sorban/imamah dsb.

d.   Mengikat kain ihram pria yang sebelah atas (selendang) atau mengaitkannya dengan peniti dan yang sejenisnya.

e.    Memakai sarung tangan bagi pria dan wanita.

f.     Menutup wajah wanita dengan cadar atau sejenisnya.

Tidak dilarang bagi pria maupun wanita untuk memakai payung, kaca mata, cincin, jam tangan atau gesper untuk mencegah kedodoran.

Tidak dilarang berteduh dibawah tenda, walaupun disengaja atau tidak kepala tersentuh atap tandu.

2.    Memakai wewangian :

-   Memakai wewangian baik dibadan maupun di pakaian ihram.

-   Menggunakan sabun wangi, cream, bedak, lotion, deodorant, lipstik, minyak rambut, minyak kayu putih, minyak tawon, balsem, obat gosok dan yang sejenisnya.

-   Memakai odol/pasta gigi atau menggunakan pewangi mulut.

3.    Menghilangkan rambut atau kuku dari badannya maupun badan orang lain :

-   Menggunting/mencabur semua jenis rambut/bulu di seluruh badan walau sehelai.

-   Memotong/mencabut kuku tangan/kaki walau sedikit.

-   Menyisir rambut bila dikhawatirkan rontok walau sehelai.

4.    Bercumbuan :

-   Bersetubuh

-   Semua pengantar persetubuhan dengan istri/suami seperti peluk cium dll.

-   Semua perbuatan yang menimbulkan syahwat.

5.    Aqad Nikah : menikah ataupun menikahkan.

6.    Berburu/membunuh/melukai/menakut-nakuti binatang di tanah Haram.

7.    Menebang/memotong/mencabut/merusak tanaman, tumbuhan dan pepohonan di tanah haram.

 

A.  Arti Thawwaf ;

adalah mengelilingi Ka'bah 7 kali putaran dengan tata cara yang khusus.

 

B.  Syarat Thawwaf ;

1.         Suci dari Hadats besar dan kecil.

2.         Bersih dari najis baik di badan maupun di pakaian.

3.         Menutup aurat.

4.         Dimulai dengan niat bermaksud Thawwaf.

5.         Pelaksanaan Tawwaf di dalam Masjidil Haram.

6.         Memulai Thawwaf dari batas Hajar Aswad.

7.         Hajar Aswad di kiri badan, boleh menghadapnya dengan badan dan kepala tapi arah kaki tetap ke depan.

8.         Ka'bah selalu di sebelah kiri badan selama Thawwaf.

9.         Berjalan menuju ke depan tidak mundur ke belakang atau jalan menyamping.

10.     Seluruh badan di luar Ka'bah (tidak dalam Hijir Ismail atau Syadzarwan).

11.     Mengakhiri setiap putaran di batas Hajar Aswad dan melebihkannya/melewatinya pada putaran terakhir.

12.     Mengelilingi Ka'bah 7 kali putaran..

Barangsiapa ragu tentang jumlah putaran Thawwafnya maka diambil hitungan yang lebih sedikit.

C.  Sunnah Thawwaf ;

1.         Masuk ke Masjidil Haram dari Babus Salam.

2.         Membaca do'a di Babussalam sebelum memulai thawwaf.

3.         Berjalan kaki saat Thawwaf.

4.         Wajah selalu menghadap dan memandang Qiblat (Ka'bah).

5.         Semakin dekat dengan Ka'bah semakin baik.

6.         Tujuh putaran dilakukan secara berkesinambungan.

7.         Thawwaf dilakukan dengan tenang tidak terburu-buru.

8.         Tidak bercakap-cakap selama Thawwaf kecuali untuk keperluan yang baik.

9.         Tidak mengejar atau mencari-cari seseorang/sesuatu saat Thawwaf.

10.     Menyalami Hajar Aswad dan menciumnya serta meletakkan kening/jidat di dalamnya pada awal Thawwaf jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan memberi isyarat ke Hajar Aswad sambil bertakbir.

11.     Menyalami Hajar Aswad dan menciumnya setiap mengawali/mengakhiri putaran jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan memberi isyarat ke Hajar Aswad sambil bertakbir.

12.     Raml (berlari kecil) di tiga putaran pertama sambil bertakbir.

13.     Idhtiba' bagi pria (yaitu meletakkan tengah kain ihram bagian atas yang menjadi selendang di bawah ketiak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri).

14.     Menyalami Rukun Yamani setiap putaran jika memungkinkan. Jika tidak, maka cukup mengangkat tangan memberi Isyarat ke Rukun Yamani sambil bertakbir.

15.     Membaca Do'a Ma'tsur ;

a.       Di awal Thawaf

b.      Di Rukun I'raqi

c.       Di bawah Al-Mizaab (pancuran) di luar Hijr.

d.      Di antara Rukun Syami dan Yamani.

e.       Di Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

f.       Di setiap putaran.

Saat menyalami atau mencium Hajar Aswad ketika Thawwaf, maka kedua kaki jangan bergerak dari tempatnya, hingga badan dan tangan di angkat dari Hajar Aswad, Ka'bah dan Syadzarwan. Begitu pula saat menyalami Rukun Yamani.

Selama Thawwaf jangan menyentuh Ka'bah atau meletakkan tangan di atas Hajar Aswad, Rukun Yamani, Hijr Ismail atau Sadzarwan. Jika ingin menyentuhnya maka berdiri diam jangan bergerak sebelum tangan tersebut diangkat dari Ka'bah, Hirk atau Syadzarwan.

 

 

D.  Maruh Tawwaf ;

1.    Meletakkan tangan di belakang tulang punggung.

2.    Meletakkan tangan di mulut kecuali saat menguap.

3.    Memasukkan/menyilangkan jari jemari tangan kanan dan kiri.

4.    Makan dan minum serta tertawa atau mengobrol yang tak berarti.

5.    Menahan angin atau hajat baik besar maupun kecil.

 

E.  Berbagai Sunnah seusai Thawwaf ;

1.        Seusai sholat dua raka'at sunnah Thawwaf di belakang Maqam Ibrahim, semakin dekat dengan maqam semakin baik.

2.        Berdo'a di bawah Multazam (antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah).

3.        Shalat dan berdo'a di Hijr Ismail dan di bawah Mizab (Pancuran Emas).

4.        Minum zam-zam dilokasi sumurnya.

5.        Bersiap untuk Sa'i.

 

A.  Arti Sa'i :

adalah berjalan dari Shofa ke Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali dengan tata cara yang khusus.

B.  Syarat Sa'i :

1.    Dilaksanakan setelah Thawwaf.

2.    Harus terdiri dari 7 kali perjalanan dari Shofa ke Marwah dan sebaliknya.

3.    Perjalanan ganjil (ke- 1,3,5,7) di mulai dari Shofa, sedangkan perjalanan genap (ke- 2,4,6) dimulai dari Marwah.

4.    Awal Sa'i dimulai dari Shofa dan akhir Sa'i ditamatkan di Marwah.

5.    Dilaksanakan di Mas'a (yaitu tempat Sa'i antara Shofa dan Marwah).

6.    harus mencakup seluruh ruang melintang antara Shofa dan Marwah, karenanya saat di Shofa maupun Marwah harus menyentuh/meletakkan jari jemari dan telapak kaki di batu bukit Shofa maupun Marwah.

7.    Tujuh Perjalanan Shofa-Marwah harus berkesinambungan.

8.    Tujuh perjalanan Shafa-Marwah harus yakin.

Barangsiapa ragu terhadap jumlah perjalanan Sa'i-nya maka diambil hitungan yang lebih sedikit.

 

C.  Sunnah Sa'i :

1.     Suci dari hadats besar dan kecil

2.     Bersih dari Najis baik di badan maupun di pakaian.

3.     Menutup Aurat.

D.  Makruh Sa'i :

1.     Berhenti di tengah Sa'i tanpa 'udzur.

2.     Duduk di Shafa atau Marwah saat Sa'i.

 

A.  Arti Tahallul :

Adalah perbuatan yang jika dilaksanakan, maka orang yang sedang ihram Haji/Umrah menjadi terbebas dari larangan ihramnya.

Tahallul dalam Umrah adalah akhir dari ibadah Umrah

B.  Syarat Tahallul :

1.    Sekurang-kurangnya memotong/mencukur tiga helai rambut.

2.    Saat pencukuran dilakukan, seluruh rukun Umrah berupa Ihram, Thawwaf dan Sa'i telah dilaksanakan dengan tertib.

Bagi yang tidak memiliki rambut maka cukup menjalankan Pisau Cukur di kepalanya.

Tidak memadai jika yang dicukur kumis atau jenggot.

Jika orang yang halal (yaitu orang yang tidak sedang ihram atau telah selesai ihram) memerintahkan orang halal lain untuk mencukur rambut orang Muhrim (yaitu orang yang sedang dalam ihram) maka denda atas yang memerintah jika yang diperintah tidak tahu keadaan si Muhrim, tapi jika ia tahu maka denda atas yang mengerjakan perintah.

Ihtiyathan (menjaga kehati-hatian); sebaiknya yang mencukur rambut Si Muhrim adalah Si Halal, karena ;

a.    Jika si Muhrim mencukur rambutnya sendiri dengan tujuan Tahallul bagi dirinya, maka dikhawatirkan terkesan melakukan pelanggaran Ihram.

b.    Jika Si Muhrim mencukur rambut Muhrim lain dengan tujuan membantunya bertahallul, maka dikhawatirkan terkesan melakukan pelanggaran ihram.

C.  Sunnah Tahallul ;

1.    Afdhol bagi lelaki digunduli (botak)

2.    Bagi wanita cukup memotong rambut sekedarnya.

3.    Saat mencukur rambut menghadap Qiblat.

4.    Mencukur rambut mulai dari yang kanan lalu kiri.

5.    Rambut yang dicukur dikubur.

D.  Tahallul Karena terhalang ;

1.    Barangsiapa mengikat niat Ihram ‘Umrahnya dengan Isytirat, maka jika terjadi suatu halangan boleh segera bertahallul, caranya cukup dengan niat dan mencukur rambut tanpa denda apapun.

Jika tanpa Isytirath, maka jika terjadi suatu halangan saat berumrah, maka boleh segera bertahallul dengan niat dan bercukur, tapi terkena denda menyembelih seekor kambing.

1.    Meninggalkan Ihram dari Miqot :

Sanksinya adalah :

Wajib menyembelih seekor kambing (yang memenuhi syarat Qurban) di tanah haram, jika tidak mampu di ganti dengan puasa 10 hari (3 hari di Mekkah & 7 hari di Tanah Air) atau (10 hari di negeri sendiri dengan cara memisahkan antara yang 3 hari dan 7 hari sejauh 4 hari) Tidak boleh diganti dengan uang

2.    Bersetubuh :

Sanksinya adalah :

a.    Haji/Umrohnya rusak tapi harus diselesaikan, kemudian wajib mengqodho Haji/Umrohnya sesegera mungkin.

b.    Saat mengqodho di sunnahkan tidak didampingi suami/Istri yang disetubuhinya hingga selesai Qadha Haji/Umrohnya.

c.    Disamping itu wajib menyembelih seekor onta, jika tidak mampu maka seekor sapi, jika tidak mampu maka 7 ekor kambing, jika tidak mampu maka diuangkan senilai harga seekor unta di Mekkah, lalu dibelanjakan makanan pokok untuk dibagikan kepada Fakir Miskin, setiap fakir miskin diberi 1 MUD. Jika tidak mampu juga, maka hitungan setiap 1 mud diganti satu hari puasa.

3.    Berpakaian diluar ketentuan dan memakai wewangian, bercumbu tanpa bersetubuh dan onani:

Sanksinya adalah :

a.     Wajib menyembelih seekor kambing, atau puasa 3 hari, atau bersedekah 3 SHO' makanan pokok kepada 6 orang Fakir Miskin di Mekkah, masing-masing ½ SHO'.

b.     Kecuali memandang dengan syahwat atau mencium lewat tabir/penghalang, maka tidak ada sanksi pelanggaran.

4.    Menghilangkan rambut/kuku dari badannya / badan orang lain :

Sanksinya adalah :

a.     Jika yang dihilangkan/dipotong/dicabut 3 helai rambut atau 3 potong kuku berturut-turut, maka wajib menyembelih seekor kambing, atau puasa 3 hari, atau bersedekah 3 SHO' makanan pokok kepada 6 orang Fakir Miskin di Mekkah, masing-masing ½ SHO'.

b.     Jika yang dihilangkan/dipotong/dicabut kurang dari 3 helai rambut atau 3 potong kuku, maka setiap helai/ potong berbanding sedekah 1 MUD makanan pokok untuk fakir miskin di Mekkah.

5.    Membunuh/melukai binatang buruan Tanah Haram :

Sanksinya adalah :

a.     Jika hewan yang dibunuh/dilukai ada bandingannya, maka wajib menyembelih hewan (Unta/sapi/kambing) yang senilai dengan hewan yang dibunuh/dilukai. Atau dikeluarkan nilainya untuk membeli makanan pokok yang kemudian dibagikan kepada fakir miskin di Mekkah atau puasa dengan ketentuan untuk 1 MUD satu hari puasa.

b.     Jika hewan yang dibunuh/dilukai tidak ada bandingannya, maka wajib dikeluarkan nilainya untuk membeli makanan pokok yang kemudian dibagikan kepada fakir miskin di Mekkah atau puasa dengan ketentuan untuk 1 MUD satu hari puasa.

c.     Di samping itu, bila binatang tersebut ada pemiliknya maka wajib dibayar ganti ruginya.

d.    Khusus burung dara/merpati yang hidup di tanah haram, maka satu burung dibunuh/dilukai maka wajib menyembelih seekor kambing di Mekkah.

6.    Merusak/mencabut tanaman Tanah Haram:

Sanksinya adalah :

a.    Wajib menyembelih hewan (Unta/sapi/kambing) yang senilai dengan tumbuhan yang dirusak/di copot.

b.    Di samping itu, bila tumbuhan tersebut ada pemiliknya maka wajib dibayar ganti ruginya.

7.    Melakukan Aqad Nikah (baik menikah maupun menikahkan):

Tidak ada sanksi apapun, hanya saja aqad nikahnya TIDAK SAH.

Catatan :

1.      Ukuran 1 mud :

Mazhab Hanafi : 1 mud = 1,032 liter = 715,39 gram

Mazhab Syafi'i : 1 mud = 0,687 liter = 543 gram

2.      Ukuran 1 SHO'

Mazhab Hanafi : 1 sho' = 4 mud = 4,128 liter= 2861,56 gram

Mazhab Syafi'i : 1 sho' = 4 mud = 2,748 liter = 2172 gram

3.      Disunnahkan setiap masuk kota Mekkah dengan berihram.

4.      Disunnahkan setiap masuk Masjidil Haram melakukan Thawaf Tahiyyah.

Disunnahkan selama di Mekkah sholat 5 waktu di Masjidil Haram dan I'tikaf serta memperbanyak melakukan Umroh.

 

Barang Baawaan Selama Ibadah Umroh

A.    Pakaian Harian

  1. Celana panjang, dan dalam (khusus untuk wanita: Baju - baju yang menutup aurat, longgar dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh)
  2. Baju tidur, baju takwa & Baju Seragam (Seragam di pakai saat pemberangkatan, ziarah (city tour) & kepulangan)
  3. Sarung
  4. Kopiah
  5. Sandal, sepatu (bila perlu)
  6. Kaos dalam, lengan pendek, lengan panjang kaos kaki
  7. kaca mata hitam
  8. Jam tangan dll

B. Perlengkapan Pergi

  1. Sisir Rambut
  2. Sabun mandi, S. cuci, Sikat Gigi, odol, shampoo
  3. Handuk
  4. Pemotong kuku
  5. sapu tangan

C.    Perlengkapan Ibadah

  1. Al-Quran & Terjemahannya
  2. Tasbih
  3. Sajadah
  4. Surban
  5. kain Ihram/ Mukena
  6. Sabuk Ihram

D.      Kesehatan

  1. Obat yang biasa di konsumsi
  2. Obat anti pecah bibir
  3. Obat Anti pecah kulit
  4. Obat nyamuk (bila diperlukan)
  5. Obat batuk, flu, pilek
  6. Vitamin

 

 

Kegiatan - kegiatan Di Mekkah

 

1.      Membaca Al-Quran & Terjemahnya

2.      Memperbanyak dzikir dan do'a serta istiqfar

3.      Thawaf sunnah 7 kali putaran mengelilingi Ka'bah

4.      Shalat Jenazah

5.      Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

6.      Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim

7.      Shalat Sunnah di Hijr Ismail

8.      Shalat Sunnah Tahajjud

9.      Shalat Sunnah Dhuha

10.  Shalat Sunnah Istikharah

11.  Shalat Sunnah Hajat

12.  Berdo'a di Multazam

13.  Minum air Zam zam

14.  Mengikuti Program ziarah ke tempat - tempat bersejarah di kota suci mekkah dengan seksama mengambil ibrah/pelajaran

 

 

 

Kegiatan - kegiatan Di Madinah

 

1.        Memperbanyak Shalat Sunnah di Masjid Nabawi

2.        Memperbanyak Dzikir dan Do'a serta istigfar

3.        Ziarah Makan Rasulullah SAW, Abu Bakar ra, Umar bin Khatab ra di Raudhah

4.        Ziarah Makam Baqi'

5.        mengikuti Program ziarah tempat - tempat bersejarah di kota suci Madinah dengan seksama mengambil ibrah/pelajaran

 

Shalat Sunnah yaitu shalat shalat di luar dari shalat yang difardhukan. Shalat ini dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mengharapkan tambahan pahala. Shalat sunnah banyak macamnya, diantaranya ada yang disunnahkan berjamaah dan ada pula yang tidak disunnahkan berjamaah

Shalat yang tidak disunnahkan berjamaah misalnya:

Shalat shalat rawatib : dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardu, tidak dengan azan dan iqomah, tidak berjamaah dan bacaannya tidak dinyaringkan.

 

Dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda:”dua rakaat sebelum shalat subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya (HR:Muslim)

 

Shalat Sunnah Wudhu

Setelah kita selesai berwudhu disunnahkan mengerjakan shalat Wudhu 2(dua) rakaat, sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammad SAW :

Seseorang yang berwudhu dengan membaguskan wudhunya kemudian ia shalat dua rakaat dan ia menghadap dalam shalatnya dengan hati dan wajahnya, niscaya wajiblah syurga baginya (HR: Muslim)

 

Niat Shalat Sunnah Wudhu

أُصَلّىِ سُنَّةَ الْوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatal wudhu'i rak'ataini lillahi ta'ala.

Aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah ta'ala.

 

 

Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid

Shalat Tahiyyatul Masjid dilakukan pada saat kita memasuki Masjid, tetapi apabila kita melakukan thawaf kita tidak perlu lagi melakukan shalat Tahiyyatul Masjid. Shalat Tahiyyatul Masjid dilaksanakan 2 (dua) rakaat.

 

Niat Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid

أُصَلّىِ سُنَةَ تَحِيَّة الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli Sunnata tahiyyatul masjidi rakataini lillahi Ta'ala.

Saya niat shalat sunnah tahiyyatul masjid dua rakaat Karena Allah Ta'ala.

 

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Sunnah Dhuha dilaksanakan pada saat matahari sedang naik (antara jam 07.00 s/d waktu shalat dzuhur), dilaksanakan sekurang – kurangnya 2 rakaat, tetapi boleh juga 4 rakaat atau 8 rakaat.

 

“siapa saja yang mengerjakan Shalat Dhuha dangan rutin niscaya Allah SWT akan mengampuni dosa – dosanya, walaupun dosa itu sebanyak busa lautan “

(HR:Muslim)

 

Niat Shalat Sunnah Dhuha

أُصَلّىِ سُنَةَ الضُّحٰى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatadh dhuha rak’ataini lillahi ta'alla.

Saya berniat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala.

 

Shalat Sunnah Hajat

Adalah shalat yang dikerjakan apabila kita ada keperluan dengan mengharapkan perkenanan dari Allah SWT. Shalat ini dilaksanakan 2 rakaat Sampai dua belas rakaat dengan tiap tiap dua rakaat satu salam, kemudian berdo'a memohon sesuatu yang menjadi hajatnya

 

Niat Shalat Hajat

أُصَلّىِ سُنَةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatal haajati rak'ataini lillahi Ta'ala. Saya niat shalat sunnat hajat dua rakaat Karena Allah ta'ala.

 

Shalat Sunnah Istikharah

Dilakukan untuk memohon petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan mana yang lebih baik diantara dua hal yang belum dapat kita tentukan, dikerjakan pada waktu kapan saja dengan 2 rakaat pada akhir shalat kita berdo'a untuk memohon bantuan Allah SWT untuk memberikan petunjuk dalam memilih salah satu dari dua hal tersebut.

 

Niat Shalat Sunnah Istikharah

أُصَلّىِ سُنَةَ اْلإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lillahi Ta'ala.

Saya niat shalat sunnah istikhaarah 2 rakaat karena Allah ta'ala.

 

Shalat Sunnah Tahajjud

Shalat sunnah tahajud, yaitu shalat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari sesudah shalat isya sampai terbitnya fajar. Sedikitnya dilakukan sebanyak 2 rakaat dan sebanyak – banyaknya tidak terbatas, lebih baik dikerjakan sesudah bangun dari tidur malam sekalipun tidurnya hanya sebentar.

 

Waktu-waktu shalat tahajjud

- Saat utama(sepertiga malam)

- Saat lebih utama (sepertiga kedua)

- Saat paling utama (sepertiga ketiga)

Dikarenakan kita sedang berada di tanah Suci, biasanya dijalankan jam 02.30.

 

Shalat Tahajud sangatlah dianjurkan sebagaimana dalam firman Allah SWT:

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah – mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”

(Al-Qur'an Surah Bani Isra'il ayat 79)

 

Niat Shalat Sunnah Tahajjud

أُصَلّىِ سُنَةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillahi Ta'ala.

Saya niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah ta'ala.

 

Shalat Sunnah Taubat

Apabila seseorang melakukan dosa ataupun merasa berbuat dosa lalu bertaubat kepada Allah SWT, dengan berniat tidak akan melakukannya lagi disertai mohon ampunan Allah SWT. Jumlah rakaatnya dua, empat sampai enam rakaat.

 

Niat Shalat Sunnah Taubat

أُصَلّىِ سُنَةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillahi ta'ala.

Saya berniat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah ta'ala.

 

Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah

 

Shalat Jenazah

Sehubungan dengan kita berada di Tanah Suci hampir setiap kita melakukan shalat fardhu selalu diadakan shalat jenazah.

 

 

 

Shalat jenazah terdiri dari 4 takbir dengan niat :

أُصَلّىِ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَتِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal kifaayatin ma'muman/imaman lillahi ta'ala

Aku niat atas mayit ini empat takbir fardu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta'ala

 

Ø   Setelah takbir yang pertama (takbiratul ihram) membaca surat al-fatihah

-          Setelah takbir kedua membaca

Shalawat atas Nabi Muhammad SAW

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اۤلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ،

Allahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadin

Ya Allah berilah tambahan kerahmatan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya

 

Setelah takbir yang ketiga, bacalah do'a :

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ ،

Allaahummagh fir lahuu warhamhu wa'aafihi wa’fu’anhu

Ya Allah, ampunilah dia kasihilah dia, berilah rahmat dan kesejahteraan, dan berilah ia kema'afan.

 

 

 

 

 

Takbir ke empat do'a yang dibaca:

اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ ،

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu wagfirlana walahu

Ya Allah, janganlah engkau meghalang-halangi kepada kami akan pahala mayit ini, dan jangan sampai ada fitnah kepada kami sepeninggalannya dia berikanlah pengampunan kepada kami dan kepadanya juga

 

Dan akhirnya mengucapkan salam

Shalat Sunnah Witir

Shalat witir hukumnya sunnah, witir artinya ganjil karena rakaatnya ganjil, bisa 1, 3, 5, 7, 9 dan 11.

 

Niat Shalat Witir (dilakukan 2 rakaat kemudian 1 rakaat)

اُصَلّىِ سُنَةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

Ushalli sunnatal witri rak'ataini lillahi taala

Saya berniat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah

 

اُصَلّىِ سُنَةَ الْوِتْرِ رَكْعَتً لِلّٰهِ تَعَالىٰ ،

 

Ushalli sunnatal witri rak'atan lillahi taala

Saya berniat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah

 

Copyright © 2015  PT. Aufa Duta Wisata Tour & Travel  -  Web Design  -  By D.545